Pemkot Ternate Bakal Promosi Destinasi Wisata saat APEKSI II di Denpasar

Home / Wisata / Pemkot Ternate Bakal Promosi Destinasi Wisata saat APEKSI II di Denpasar
Pemkot Ternate Bakal Promosi Destinasi Wisata saat APEKSI II di Denpasar Kadis Pariwisata Kota Ternate, Rizal Marsaoly (Foto: deteksinews)

TIMESTERNATE, TERNATEPemkot Ternate bakal memanfaatkan momentum penyelengaraan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Ke II di Kota Dempasar dengan mempromosikan tempat wisata di Kota Ternate.

Hal itu untuk meningkatkan kunjungan wisatawan baik wisatawan lokal maupun wisatawan manca negara.

"Pemkot Ternate akan memanfaatkan momentum tersebut untuk mempromosikan ikon wisata yang ada di Ternate," kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Ternate, Hi Rizal Marsaoly ketika ditemui Times Indonesia diruangannya pada, Kamis (16/01/2020).

Undangan sharing session Wali Kota kedua tersebut merupakan tindaklanjut dari penyenggaran sesi pertama di Jogjakarta pada tanggal 7 Oktober 2019 lalu. "Sharing session kedua terfokus bagimana kerja sama daerah-daerah yang berpotensi di bidang keparawisatawan," ungkap Rizal.

Rizal juga melanjutkan bahwa pertemuan APEKSI II tersebut akan dihadiri oleh Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman untuk bisa mengambil kesempatan. "Sehingga Pemkot akan manfaatkan satu titik rute dari Manado Sulawesi Utara langsung bisa ke Ternate," ucapnya.

Rizal juga menuturkan jika rencana ini akan dilanjutkan pada pertemuan dengan pihak trevel agen untuk membuat satu kesepakatan agar di saat turis manca negara berkunjung ke Manado langsung ikut diperkenalkan beberapa destinasi wisata di Ternate.

"Kota Ternate punya potensi wisata yang banyak. Sehingga data serta video untuk promosi sudah disiapkan. Dimana, data dan video itu akan menjadi data awal khususnya destinasi wisata Kota Ternate," paparnya.

Selain itu, tujuan kehadiran Wali Kota di APEKSI juga tentu akan ada efek domestik bagi Ternate. "Perjalanan wisatawan dari Cina langsung ke Manado, sehingga Ternate rugi jikal tidak memanfaatkan kesempatan tersebut. Karena perjalanan Manado ke Ternate hanya menyita waktu sekitar 45 menit," kata Rizal.

Dirinya juga berharap agar ada titik terangnya. "Insya Allah satu atau dua tahun kedepan wisatawan manca negara ini bisa mereka (red dorang) datang ke Ternate. Karena ini tahap awal," sambung Rizal.

Rizal menilai bahwa kota Ternate memiliki nilai - nilai historis dan budaya cukup tinggi. Bahkan soal sejarah tentu dunia tahu hal itu. Sementara ada tren yang dimiliki Ternate yang tidak dimiliki daerah lain. "Misalnya keunggulan rempah-rempah, wisata bahari laut dan keaneka ragaman hayati maupun ekosistem yang melimpah," tuturnya.

Dirinya pun yakin jika destinasi wisata di Ternate memiliki keunggulan sebab ada wisata yang dikonstruksi dan ada yang alami. Seperti wisata Batu Angus, Keraton Kesultanan Ternate, Danau Tolire yang memiliki cerita mistik, Danau Laguna, pantai Jikomalamo dan pantai Sulamadaha sebagai tempat liburan akhir pekan.

Menurut Rizal, tantangan Dispar pada masa akan datang adalah penyiapan sarana dan prasarana atau fasilitas pendukung lainya. Tentu untuk mendigitalisasi destinasi wisata juga perlu ada tahapan pembinaan melalui pelatihan - pelatihan bagi pengelola dan UMKM yang berada di areal wisata tersebut. Namun begitu, dirinya mengaku menbutuhkan dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan tujuan Pemkot Ternate itu. "Saya tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan berbagai pihak termasuk media," cetusnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com