‘New Normal’ Tantang Kreativitas Bisnis Pengelola Sepak Bola Indonesia

Home / Olahraga / ‘New Normal’ Tantang Kreativitas Bisnis Pengelola Sepak Bola Indonesia
‘New Normal’ Tantang Kreativitas Bisnis Pengelola Sepak Bola Indonesia Ilustrasi. (Tria Adha/TIMES Indonesia)

TIMESTERNATE, MALANG – Imbauan pemerintah untuk bersiap hidup berdampingan dengan Covid-19 dengan memunculkan istilah ‘new normal’ sebagai fase adaptasi harus dipersiapkan lebih dini oleh sektor bisnis di klub sepak bola Indonesia.

Betapa tidak, jika Covid-19 masih belum benar-benar hilang dari Indonesia, maka kemungkinan besar klub juga harus beradaptasi dengan berkurangnya pendapatan, terutama dari sektor penonton.

Berkaca dari Bundesliga, Jerman yang sudah menggulirkan lagi kompetisinya, mereka juga masih beradaptasi dengan menggelar pertandingan tanpa penonton.

Kendati sudah  menggaungkan sepakbola industri, namun tampaknya masih belum bisa menyeluruh. Terbukti banyak klub yang masih mengandalkan pemasukan dari sektor tiket, sementara banyak lini industri lain yang masih belum digarap dengan serius.

Melihat gambaran ‘new normal’ yang diharuskan menerapkan protokol dalam mengantisipasi Covid-19, tidak memungkinkan jika klub hanya bergantung dari tiket penonton. Klub harus bisa mengelola bisnis dengan lebih kreatif.

Pengelolaan bisnis ini bisa dilakukan dengan memaksimalkan penjualan merchandise, pengelolaan media yang mandiri termasuk di dalamnya adalah media sosial klub yang bertujuan untuk mengelola fanatisme supporter dan mengelola image dari klub agar menarik minat masyarakat luas yang orientasinya nanti adalah untuk meningkatkan rating terkait pembagian hak siar.

Terkait ‘new normal’ dan kegiatan olahraga, Menpora, Zainudin Amali menyatakan bahwa harus ada penyesuaian terkait kegiatan olahraga. “Pemerintah sudah menegaskan, kita harus hidup berdampingan dengan Corona. Protokol kesehatan akan dijalankan sangat ketat, tapi pemulihan ekonomi termasuk kegiatan olahraga akan mulai menyesuaikan. Kata kuncinya: kita harus tetap produktif di saat pandemi,” ungkapnya.

Indonesia sendiri akan menjalani event besar pada tahun depan. Yakni setelah ditunjuk oleh FIFA sebagai tuan rumah Piala U-20 pada 2021 mendatang. Ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan mengungkapkan bahwa saat ini PSSI terus melakukan komunikasi dengan FIFA. “Kami terus berkoordinasi dengan FIFA terkait persiapan Piala Dunia U-20 2021, termasuk menyiapkan ‘Business Plan’. Demikian pula mengenai kesiapan tim nasional U-19 yang tahun depan akan bertanding di ajang itu,” ujarnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com