Minna Minkum Nusantara Cara Seniman Merayakan Kekayaan Nusantara

Home / Gaya Hidup / Minna Minkum Nusantara Cara Seniman Merayakan Kekayaan Nusantara
Minna Minkum Nusantara Cara Seniman Merayakan Kekayaan Nusantara Pengunjung menikmati karya para perupa tanah air dalam sebuah pameran bertajuk Minna Minkum Nusantara di Galeri AJBS, Jalan Ratna, Surabaya. Pameran ini digelar mulai 9-17 November 2019 mendatang, Sabtu (9/11/2019). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesi

TIMESTERNATE, SURABAYA – Talenta Organizer menyuguhkan karya para seniman Tanah Air dalam sebuah pameran bertajuk Minna Minkum Nusantara, di Gallery AJBS Surabaya, mulai 9-17 November 2019 mendatang.

Ajang tersebut menampilkan 46 karya dari 23 seniman lintas generasi. Antara lain Albert Wenas, Beni Dewo, Djoko Pekik, Erianto, Erica Hestu Wahyuni, Erwin Duta Rustaman, Indra Dodi, Ismanto Wahyudi, Iwan Yusuf, Joko Gundul Sulistiono, Joni Ramlan, Putu Sutawijaya, Pandu Pribadi, dan Samuel Indratma.

pameran-2.jpg

Pameran bersama antara seni lukis, patung, instalasi, lukisan modern art maupun new media ini, sekaligus, sebagai momen peringatan Hari Pahlawan. 

Faisal Kamandobat, penulis dan pengantar Minna Minkum Nusantara menuturkan jika tema tersebut terinspirasi dari lagu Leo Kristi berjudul senada. Minna (dari kami), Minkum (dari kalian) untuk Nusantara.

pameran-3.jpg

"Nusantara adalah sebuah peradaban yang dibuat secara bersama sepanjang ratusan tahun lamanya oleh sekelompok masyarakat. Karya ini merefleksikan hal tersebut," terang Faisal, Sabtu (9/11/2019) petang.

Faisal melanjutkan, Nusantara adalah salah satu kawasan paling kosmopolitan di dunia. Berbagai pandangan hidup, kepercayaan, ideologi, tatanan politis dan cita rasa artistik ditenun sedemikian rupa. Termasuk akulturasi budaya asing yang masuk melalui perdagangan turut mempengaruhi peradaban. Namun, masyarakatnya mampu mengambil berbagai unsur sesuai kebutuhan dan karakteristik bangsa.

"Indonesia telah ada sebagai bangsa sejak ratusan tahun lalu tapi Indonesia sebagai stage baru ada setelah kemerdekaan," sambungnya.

pameran-4.jpg

Oleh sebab itu, seni menjadi bagian penting sejak dahulu. Pengaruh manifestasi seni Hindu-Bali amat berbeda dengan Hindu India, begitu juga seni Islam Nusantara lebih riang jika dibandingkan seni di Arab hingga munculnya teknik seni barat namun diolah dengan pendekatan khas Nusantara.

Pelukis Ismanto Wahyudi misalnya, ia mempersembahkan karya lukis gaya dekoratif dalam semangat yang lebih ideologis dan futuristik. Dua lukisan ia tampilkan menggunakan visual simbolis kultur China yang masuk ke Indonesia lewat pesisir.

"Saya coba mengungkapkan konsep peleburan kultur," kata perupa dari Yogyakarta ini.

pameran-5.jpg

Sementara seniman Albert Wenas berkolaborasi dengan Beni Dewo dari Surabaya, mengusung seni instalasi. 

Dalam kesempatan tersebut, Talenta Organizer mencoba merangkul seniman dalam pameran bersama yang baru pertama kali digelar di Surabaya.

"Kami sudah hampir sepuluh tahun menggelar pameran namun baru kali ini kami mengadakan di Surabaya," kata Nihil, perwakilan dari Talenta Organizer.

Dia menambahkan, jika Minna Minkum Nusantara adalah cara bersilaturahmi dengan seniman Kota Pahlawan dan Jawa Timur. Agar memberi semangat dan motivasi. Mengingat 

Banyak seniman Surabaya yang lahir dan menjadi legenda, kendati saat ini semakin hari kiprah perupa Surabaya di kancah nasional berkurang. Namun ia yakin para perupa Surabaya tetap berkarya.

"Biasanya kami merangkul seniman dari Jogja, Bandung, Jakarta dan Malang. Kami ingin memberi semangat kepada teman dan publik serta pecinta seni maupun kolektor di Surabaya," tandasnya.

Mengingat Surabaya merupakan salah satu basis raksasa kolektor seni rupa. Talent Organizer melihat peluang tersebut.

"Kebanyakan kolektor sangat penting atau raksasa-raksasa kolektor berada di Surabaya," ungkapnya.

Dengan kehadiran Minna Minkum Nusantara, Talenta Organizer berharap mampu mengundang penikmat seni maupun kolektor untuk turut merayakan kekayaan Nusantara. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com