Untuk Jemaah Lansia, Tawaf dan Sai Bisa Mudah dengan Naik Skuter

Home / Berita / Untuk Jemaah Lansia, Tawaf dan Sai Bisa Mudah dengan Naik Skuter
Untuk Jemaah Lansia, Tawaf dan Sai Bisa Mudah dengan Naik Skuter Jemaah haji Indonesia melaksanakan Tawaf dengan mengendarai skuter listrik di Masjidil Haram. (FOTO: Basuni for TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESTERNATE, MOJOKERTO – Prosesi haji di Masjidil Haram bukan perkara yang ringan. Jemaah haji harus memiliki fisik yang fit untuk bisa melalui tawaf dan sai dengan mulus.

Namun, bagi jemaah lansia dan sakit jangan khawatir, ada solusinya. Di lantai 5 Masjidil Haram di Makkah terdapat satu jalur khusus untuk skuter-skuter listrik. Kendaraan ini disewakan untuk para jemaah yang merasa berat untuk tawaf tujuh kali keliling Kabah atau sai bolak-balik bukit Safa dan Marwah tujuh kali.

Skuter ini nyaris tak bersuara dan ramah lingkungan. Kecepatannya mencapai 20 km/jam dan memiliki dua pilihan seat, berbangku satu atau dua.

Kebanyakan yang menggunakannya adalah jemaah lansia yang tidak kuat berjalan jauh.

Betapa tidak, saat tawaf jemaah setidaknya berjalan sejauh 3,5 kilometer untuk tujuh putaran jika situasi padat. Jika dapat bagian di atap, putaran akan lebih jauh bisa mencapai 2 km untuk satu putaran saja.

Sedangkan sai, yakni berjalan antara Safa dan Marwah tujuh kali bisa memakan jarak hingga 3,15 km. Total jemaah dalam prosesi haji di Masjid Haram menempuh jarak 7-10 km dan memakan waktu sekitar 2-4 jam.

Ini tentu saja berat bagi jemaah lansia. Dengan skuter, mereka bisa santai melaju di lantai khusus kendaraan listrik. Lantainya sepi, tidak perlu berdesakan. Skuter bisa digunakan untuk tawaf dan sai.

"Menggunakannya sangat mudah, jika ditekan tuasnya dia jalan, dilepas dia berhenti," kata Basuni jemaah Indonesia, asal Kabupaten Mojokerto saat di hubungi TIMES Indonesia. 

Untuk menggunakan skuter ini jemaah harus rogoh koceknya dalam-dalam. Untuk satu sesi tawaf atau sai , jemaah dikenakan biaya 100 riyal atau sekitar Rp 400 ribu. Ini masih lebih murah ketimbang menyewa orang untuk mendorong kursi roda yang bisa mencapai 300 riyal atau Rp 1,2 juta. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com