Binda Malut Bantu Uang Tunai Kepada 14 Pasien Positif Covid-19

Home / Berita / Binda Malut Bantu Uang Tunai Kepada 14 Pasien Positif Covid-19
Binda Malut Bantu Uang Tunai Kepada 14 Pasien Positif Covid-19 Penyerahan bantuan oleh staf Binda Malut Delfin Adi Prayoga, SH, S.Sos kepada Kepala Karantina Gugus Tugas Malut, dr. Andi Saraswati M.M.Kes. (Foto: Agung for TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESTERNATE, TERNATE – Badan Intelejen Negara Daerah Provinsi Maluku Utara (Binda Malut) memberikan bantuan berupa uang tunai kepada 14 pasien positif Covid-19 yang sedang menjalani masa karantina di Hotel Sahid Bela, Kota Ternate pada Rabu (27/5/2020) kemarin.

Bantuan yang diberikan Binda Maluku Utara tersebut diwakilkan oleh staf Binda Malut Delfin Adi Prayoga, SH, S.Sos dan diterima oleh Kepala Karantina Gugus Tugas Malut, dr. Andi Saraswati M.M.Kes di posko penanganan dan karantina Gugus Tugas Prov. Malut, Kelurahan Jati, Kecamatan Ternate Selatan Kota Ternate.

Mewakili Kepala Binda Malut, Delfin Adi Prayoga menyampaikan bahwa dampak ekonomi dalam melawan pandemi Covid-19 di Maluku Utara turut dirasakan oleh keluarga pasien baik itu pasien OTG, ODP, PDP maupun pasien positif yang sedang berjuang melawan virus Corona.

Dengan begitu kata dia, ada 14 pasien positif Covid-19 yang masih dalam masa karantina memang harus didukung secara ekonomi maupun moral. Hal itu sesuai dengan data pasien positif Covid-19 yang diterima dari Gugus Tugas Bidang Penanganan dan Karantina Provinsi Malut.

"Saya mewakili Kabinda Malut memberikan bantuan ini untuk meringankan beban dari keluarga pasien yang juga terkena dampak ekonomi dari pandemi covid-19 ini," ucap Delfin dalam keterangan persnya, Jum'at (28/5/2020).

Sementara itu, Kepala Karantina Gugus Tugas Malut, dr. Andi Saraswati M.M.Kes menjelaskan, sasaran penerima bantuan hanya dikhususkan yang memiliki latar belakang ekonomi menengah kebawah. Sehingga dari data pribadi ke 14 pasien positif Covid-19 ini memang dianggap layak menerima bantuan tersebut.

Apalagi dari pekerjaan para pasien positif Covid tersebut hanya sebagai supir, driver, kuli bangunan dan petani. Bahkan katanya, ada pasien yang tidak memiliki pekerjaan tetap dengan bergantung pada penghasilan perhari berdasarkan pemasukan.

"Pasien yang diberikan bantuan tersebut merupakan kepala keluarga dan tulang punggung keluarga yang harus menghidupi istri dan anak-anaknya," ungkapnya.

Staf Binda Malut tersebut menambahkan, ketika terdapat salah satu kepala keluarga positif Covid-19, tentu seluruh keluarganya akan terkena dampak, baik psikologi dan ekonomi. Dengan begitu akan berpengaruh untuk keluarganya karena tidak ada penghasilan. Apalagi sebagian dari keluarganya atau semuanya akan ikut di karantina. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com